Lembaga Tata Kelola Ketahanan Pangan
Kontak kami: +62853-1025-2992

Artikel

Pembinaan Pola Makan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman untuk SD/MI di DKI Jakarta

Tujuan pembangunan ketahanan pangan adalah terpenuhinya pangan yang cukup bagi setiap warga dalam jumlah dan mutu, bergizi, aman, beragam dan terjangkau. Kondisi tersebut antara lain tercermin dari kuantitas dan kualitas konsumsi pangan. Pengetahuan merupakan salah satu aspek penting yang harus dimiliki agar setiap orang dapat memilih dan mengkonsumsi makanan dengan baik.

Berdasarkan data Riskesdas tahun 2010, rata-rata konsumsi energi penduduk DKI Jakarta adalah sebesar 84,9% dari Angka Kecukupan Energi (AKE) yang dianjurkan oleh WNPG sebesar 2.000 kkal. Dengan demikian konsumsi pangan penduduk belum cukup jumlahnya. Selain itu, dengan konsumsi energi yang hanya mencapai 84,9% AKE, sudah pasti mutunya tidak dapat mencapai mutu ideal, yang tercermin dari skor PPH yang tidak mencapai skor 100.

Konsumsi pangan yang belum optimal ini ini sangat dipengaruhi oleh kebiasaan perilaku konsumsi pangan penduduk yang belum baik. Saat ini, pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat untuk menyediakan, memilih dan mengkonsumsi makanan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman masih rendah. Dengan demikian, Sosialisasi pangan bergizi, beragam, seimbang, dan aman perlu diadakan untuk masyarakat. Pola makan yang baik harus diajarkan dan ditanamkan sejak usia dini, hal ini dapat dilakukan salah satunya dengan sosialisasi dan promosi kepada siswa SD/MI. Hal ini sejalan dengan salah satu program yang tertuang dalam kebijakan Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP).

Merespon hal tersebut, tanggal 22 Mei 2012 Bidang Ketahanan Pangan Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta mengadakan kegiatan “Pembinaan Pola Makan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman untuk SD/MI”. Peserta pelatihan adalah siswa dan guzu dari sekolah-sekolah yang terdapat di DKI Jakarta. Narasumber pelatihan ini adalah Dr. Yayuk Farida Baliwati, MS dan Tim Laskar Pangan MWA Training & Consulting yang terdiri atas:
1. Ir. Abubakar
2. Marina Noor Prathivi, STP
3. Dewi Ratih, S.Gz
4. Nesyi Febi Oktarina, S.Gz
5. Frema Apdita, S.Gz
6. Mahmud Aditya Rifqi, S.Gz
7. Cantika Zaddana, S.Gz
8. Silvia Mawarti Perdana, S.Gz
9. Nur Indah Fitriana
10. Zaenal Muttaqin
11. Zulfah Natunalia

Pada pertemuan ini, Yayuk Farida menyampaikan mengenai Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang untuk Memenuhi Kebutuhan Gizi. Usia sekolah merupakan usia yang sangat penting untuk pertumbuhan fisik maupun otaknya. Oleh karena itu pemenuhan pangan yang cukup baik jumlah maupun mutunya yang sesuai dengan kebutuhan merupakan hal yang harus dilakukan. Beliau menyampaikan bahwa kebutuhan konsumsi makan berbeda sesuai dengan jenis kelamin dan usia.Sebagai contoh, kebutuhan porsi makan anak laki-laki usia 10-12 tahun dalam sehari adalah: 5 porsi makanan pokok, 2.5 porsi lauk hewani, 3 porsi lauk nabati, 3 porsi sayur, 4 porsi buah, 1 porsi susu, 3 porsi gula, dan 5 porsi minyak. Sedangkan anak perempuan dengan usia yang sama membutuhkan 4 porsi makanan pokok, 3 porsi lauk hewani, 3 porsi lauk nabati, 3 porsi sayur, 4 porsi buah, 1 porsi susu, 3 porsi gula, dan 4 porsi minyak. (Ukuran porsi setiap jenis pangan dapat dilihat di buku peraga porsi).

Beliau juga menjelaskan bahwa konsumsi pangan beragam, bergizi, seimbang tidak hanya dengan menggunakan makanan pokok berupa nasi atau beras tapi dapat menggunakan pangan serelia atau umbi-umbian lainnya. Namun konsumsi 1 porsi umbi-umbian sebagai makanan pokok harus diikuti dengan penambahan setengah porsi sumber protein karena umbi-umbian memiliki kandungan protein yang rendah. Beliau bersama tim laskar pangan MWA mempraktikkan cara makan yang benar yang dapat diterapkan dalam program one day no rice.

Dr. Yayuk Farida Baliwati, MS bersama salah satu tim laskar pangan MWA memberikan penjelasan mengenai porsi makan beragam, bergizi, seimbang, dan aman baik menggunakan nasi, umbi, jagung, dan sumber karbohidrat lainnya.

Dr. Yayuk Farida Baliwati, MS bersama salah satu tim laskar pangan MWA memberikan penjelasan mengenai porsi makan beragam, bergizi, seimbang, dan aman baik menggunakan nasi, umbi, jagung, dan sumber karbohidrat lainnya.

Materi Keamanan Pangan disampaikan oleh Marina Noor Prathivi. Konsumsi pangan yang beragam, bergizi, berimbang tidak menjamin tercapainya pemenuhan zat gizi apabila pangan tersebut tidak memenuhi kaidah keamanan pangan. Pangan yang tidak aman, misalnya karena terkena oleh bakteri atau zat kimia (pengawet, pewarna, pemanis, dll) malah dapat menjadi racun bagi tubuh manusia. Marina menyampaikan bahwa ada 5 kunci keamanan pangan yaitu:
1. Kenali pangan yang aman
2. Beli pangan yang aman
3. Baca label dengan baik
4. Jaga Kebersihan
5. Lebih baik membawa bekal dari rumah

Sementara itu Abubakar memberikan penjelasan dan motivasi kepada para peserta dengan memberikan penjelasan faktual mengenai kondisi konsumsi di masyarakat serta analogi-analogi yang menunjukkan bahwa konsumsi pangan beragam, bergizi, seimbang, dan aman adalah hal yang mutlak harus dilakukan agar masyarakat dapat menjadi sehat, aktif, dan produktif.

Peserta antusias menyimak penjelasan dari Ir. Abubakar serta narasumber lainnya

Peserta antusias menyimak penjelasan dari Ir. Abubakar serta narasumber lainnya

Selain topik tadi, di kelas guru, didiskusikan pula topik Strategi internalisasi konsumsi pangan beragam, bergizi, seimbang, dan aman dalam kurikulum serta Pengembangan kantins sehat sesuai prinsip beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Sementara di kelas siswa dilakukan praktik makan sesuai prinsip beragam, bergizi, seimbang, dan aman melalui games interaktif. Siswa mempratikkan sendiri cara makan yang sesuai dengan kebutuhannya. Siswa belajar mengetahui pangan apa saja dan berapa jumlahnya yang harus mereka konsumsi setiap hari. Selain itu siswa juga belajar membedakan antara makanan aman dan tidak aman untuk dikonsumsi.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKI Jakarta bersama Narasumber acara pembinaan pola makan beragam, bergizi, seimbang, dan

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKI Jakarta bersama Narasumber acara pembinaan pola makan beragam, bergizi, seimbang, dan

Semua peserta sangat antusias mengikuti pelatihan ini, dan tertarik untuk terus menambah pengetahuan dan keterampilan mereka dalam memilih, menyajikan, dan mengkonsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang. Pada akhir pertemuan, MWA memberikan sertifikat laskar pangan kepada Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian, Kepala Bidang Ketahanan Pangan, serta perwakilan guru dan siswa. Dengan demikian, semakin bertambah laskar pangan yang telah dibina dan dapat menjadi ujung tombak sosialisasi cara makan yang benar sesuai prinsip beragam, bergizi, seimbang, dan aman di lingkungannya masing-masing.

Tim Laskar Pangan MWA memberikan penjelasan mengenai games yang akan dilaksanakan

Tim Laskar Pangan MWA memberikan penjelasan mengenai games yang akan dilaksanakan

Bahan makanan yang digunakan untuk praktik makan

Manager Program MWA, Nesyi sedang menyiapakan bahan makanan yang digunakan untuk praktik makan

Siswa menyusun piramida gizi seimbang

Siswa menyusun piramida gizi seimbang

MWA memberikan sertifikat laskar pangan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan serta para peserta

MWA memberikan sertifikat laskar pangan Dinas Kelautan dan Perikanan dan peserta

Dewi Ratih,
Manager Program MWA

2 Comments to “Pembinaan Pola Makan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman untuk SD/MI di DKI Jakarta”

  1. assalammualaikum. wr. wb.
    Saya sangat tertarik dengan kegiatan yang dilakukan oleh Laskar Pangan. Saya seorang THL-Pertanian di kab. cirebon. Kebetulan saya dipercayakan memegang program P2KP (Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan) yang disosialisasikan kepada KWT dan siswa usia dini / MI. Saya sangat membutuhkan bantuan untuk materi baik dalam segi praktek makanan 3B yang sesuai porsi usia maupun dalam bentuk games untuk siswa usia dini. selama ini saya juga mendapatkan bantuan alat peraga berupa flip chart, food model, ular tangga, komik dan film. pastinya dari Laskar Pangan lebih banyak lagi ilmu yang bisa saya pelajari. saya tunggu jawabannya melalui email saya. terimakasih
    wassalammualaikum wr. wb.

    • Ibu lifa, terima kasih sudah mengunjungi website kami.
      Kami memiliki bahan-bahan yang dapat digunakan untuk sosialisasi P2KP antara lain: kartu putar IMT, porsi metri, buku peraga porsi, spanduk dan poster peraga porsi, buku cerita bergambar, buku aneka porsi pangan lokal, video seri menyusun menu untuk berbagai tingkatan usia, alat peraga games, serta perlengkapan lainnya sesuai dengan kebutuhan. Jika ibu tertarik dapat menghubungi kami di nomor kami (085310252992)
      Terima kasih

Leave a Reply